Archive for July, 2008

Vitalogy: Viva La Vinyl

Posted in RS500, grunge, hard rock, pearl jam, piringan hitam on July 31, 2008 by philipsvermonte

Oleh M. Taufiqurrahman

Bagi saya sebuah band besar boleh bertahan hanya setelah mereka merilis tiga album; tiga kali berarti setelah itu mati. Nirvana merekam Nevermind, In Utero dan Unplugged in New York dan pergi selama-lamanya setelah itu. The Clash bikin album debut mereka, London Calling lalu Sandinista dan bubar setelah itu (Anggap saja Combat Rock sebagai bonus). The Velvet Underground praktis sudah bubar ketika mereka merilis album ke empat Loaded, karena anggota terakhir yang bertahan Lou Reed pergi di tengah jalan sebelum album itu selesai dan sisanya diselesaikan oleh Doug Yule. Mungkin the Who adalah pengecualian terhadap hukum besi tersebut. Album terbesar mereka Who’s Next adalah rilis kelima setelah empat album bermutu—di luar album Live at Leeds tentunya. Intinya sebuah band besar tidak boleh bertahan terlalu lama agar mereka tetap relevan dan tidak menjadi parodi bagi dirinya sendiri. Pearl Jam adalah band besar atau mungkin terbesar di dekade 1990s yang mampu menciptakan karya karya besar rock and roll (atau grunge tergantung darimana anda menilainya) namun karena mereka memilih bertahan terlalu lama mereka menjadi sangat tidak menarik dan membosankan. Kehebatan mereka tersisa hanya di aksi panggung yang bersemangat (yang bagaimanapun juga tetap ingin saya saksikan).

Read more »

Debut Album Arcade Fire

Posted in alternative, indie on July 30, 2008 by philipsvermonte

Arcade Fire adalah sebuah band relatif baru yang dengan cepat menarik perhatian dimana-mana. Tidak jarang orang yang menyebut band ini sebagai band terbaik dan paling menjanjikan yang muncul dalam beberapa tahun terakhir. Antusiasme banyak orang muncul setelah album debut Arcade Fire yang berjudul Funeral (2004) dan juga album keduanya yang berjudul Neon Bible (2007). Cukup jarang sebuah band baru yang berhasil meluncurkan dua album awal yang sama-sama mendapat pujian. Di tahun 2006, Funeral dinominasikan untuk Best Alternative Music Album. Pada tahun 2008, Neon Bible juga dinominasikan untuk penghargaan yang sama.

Read more »

Guns n’ Roses yang Fenomenal

Posted in GNR, RS500, blues, funk, metal, punk on July 29, 2008 by philipsvermonte

Appetite for Destruction (1987), album perdana Guns n’ Roses (GNR), demikian fenomenal hingga menjadi album debut yang paling laku terjual selama periode tahun 1980-an (hingga tahun 2003, total penjualan album ini adalah 15 juta copy). Wajar apabila RS 500 menempatkannya dalam ranking agak di atas, nomor 61.

Album ini memperkenalkan warna musik baru yang menjadikan GNR demikian berbeda dari kelompok metal lain tahun 1980-an yang relatif monoton. Seperti ditulis majalah Rolling Stone, gitaris utama Slash memberi warna blues dan punk, sementara Izzy Stradlin sang gitaris kedua yang memainkan rythm memberi warna funk yang kental pada album ini. Terlebih lagi, album ini terasa dimainkan dengan passion bermusik yang kuat. Dengan gaya kesombongannya yang khas, Axl Rose sang vokalis berkomentar: ” a lot of rock bands are too fucking wimpy to have any sentiment or any emotion, unless they are in pain”.

Read more »

Master of Puppets ikon metal 80-an

Posted in RS500, heavy metal, metallica on July 29, 2008 by philipsvermonte

* 60% posting ini ditulis oleh Ari Perdana, 40% oleh Philips Vermonte

Majalah Rolling Stone menempatkan Master of Puppets (1986), album ketiga Metallica, di urutan 166 di list 500 Greatest Albums of All Time. Tidak mengherankan, karena album ini adalah ikon klasik penggemar musik metal. Sebenarnya, kualitas karya dan tingkat musikalitas yang dihasilkan saja sudah cukup untuk menjadikan album ini album heavymetal terbaik sepanjang masa. Album ini makin besar karena ini menjadi album terakhir basis Cliff Burton, yang meninggal ketika bus rombongan Metallica mengalami kecelakan, tergelincir di jalan bersalju yang licin di Swedia, saat menjalani tur promo album pada bulan September 1986.

Read more »

Five Leaves Left: Musik Bunuh Diri Yang Indah

Posted in RS500, folk on July 29, 2008 by philipsvermonte

Oleh M. Taufiqurrahman

Mungkin karena saya terlalu banyak membaca karya karya Albert Camus maka saya tertarik dengan ide bunuh diri, atau lebih tepatnya tertarik dengan orang-orang muda yang bunuh diri. Saya sendiri sih terlalu penakut untuk melakukan tindakan tersebut. Namun ada sesuatu yang gelap dan menarik dalam bunuh diri, terutama apabila bunuh diri itu dilakukan (secara sengaja atau tidak) oleh musisi. Heath Ledger boleh mati bunuh diri namun saya tidak akan berfikir lebih dari lima menit kenapa dia mati bunuh diri (mohon maaf untuk fans Heath Ledger).

Read more »

The Joshue Tree: Perpaduan Musik dan Aktifisme U2

Posted in RS500, U2, grammy awards on July 28, 2008 by philipsvermonte

Oleh Ari Perdana

Tahun 1985, setahun setelah The Unforgettable Fire diluncurkan, U2 tampil dalam Konser Live Aid di Wembley. Penampilan U2 di konser amal yang diprakarsai Bob Geldof itu menjadi salah satu yang paling dibicarakan orang. Konser itu juga sekaligus menjadikan U2 salah satu band terbesar di dunia.

Setelah Live Aid dan rangkaian tur promosi The Unforgettable Fire, para personel U2 mengambil jeda sejenak. Waktu jeda ini digunakan untuk menggali lebih dalam akar musik yang mereka mainkan. Menurut Bono, U2 seperti “sebuah band dari luar angkasa yang tidak punya tradisi musik.” Persahabatan mereka dengan Keith Richards, Bob Dylan dan Van Morrison mendorong mereka menggali tradisi musik Amerika: country, blues dan gospel. Selain itu, Bono juga memperdalam kemampuannya dalam menulis lirik. Tahun 1987 mereka kembali masuk rekaman. Hasilnya adalah sebuah album terbaik yang pernah mereka hasilkan, dan salah satu album terbaik sepanjang sejarah rock: The Joshua Tree, yang berada pada nomor 27 dalam list 500 Greatest Albums of All Time majalah Rolling Stone.

Read more »

Mahakarya punk bukanlah Nevermind the Bollock!

Posted in RS500, punk on July 26, 2008 by philipsvermonte

Oleh M. Taufiqurrahman

Bukan karena saya lahir tahun 1977 kalau saya berani bilang bahwa tahun ini adalah tahun terbaik dalam dunia musik. Jarang dalam sejarah musik rock dalam satu tahun bisa dihasilkan album-album yang tidak hanya bermutu namun juga mengubah sejarah dunia musik itu sendiri. Bahkan album-album tersebut bisa memberi pengaruh sosial politik di tempat dimana album album tersebut dilahirkan.

Read more »

Nirvana Akustik

Posted in RS500, kurt cobain, nirvana, unplugged on July 24, 2008 by philipsvermonte

Ketika MTV memutuskan untuk membuat program Unplugged, banyak orang termasuk pemirsa dan musisi menyambut gembira. Pemusik-pemusik senior tentu menyambut gembira antara lain karena mereka bisa menunjukan musiknya secara akustik yang tentu saja menonjolkan kemampuan bermusik yang jujur, jauh dari proses engineering di studio seperti yang umum dilakukan musisi dari generasi yang lebih muda. Yang lebih penting, MTV berhasil menjaring penonton dengan usia lebih beragam, tidak melulu anak muda yang menjadi target utamanya.

Read more »

Album Imagine John Lennon

Posted in RS500, george harrison, john lennon, the beatles on July 24, 2008 by philipsvermonte

Album piringan hitam Imagine (1971) karya John Lennon ini saya dapat lewat tender di ebay. Lumayan, 4 dolar harganya. Tambah biaya kirim 2,5 dolar maka totalnya 6,5 dolar. Di toko “brick-and-mortar’, tempo hari saya lihat harganya 10 dolar. Inilah trade-off nya: belanja online piringan hitam di ebay bisa jadi harganya lebih murah. Tetapi harus melototin komputer di detik-detik akhir proses tender, berjaga-jaga jangan sampai ada penawar yang kasih harga lebih tinggi. Padahal tentu saja kita tidak selalu berada di depan komputer.

Read more »

Billy Joel sang Piano Man

Posted in RS500, billy joel, grammy awards, rock, rock & roll hall of fame on July 23, 2008 by philipsvermonte

The Stranger, album kelima Billy Joel yang dianggap sebagai albumnya yang paling sukses, diluncurkan ulang dalam bentuk deluxe edition. Rilis ulang ini dimaksudkan sebagai perayaan 30 tahun beredarnya album itu, yang untuk pertama kalinya diluncurkan pada tahun 1977.

Saya mendengar Billy Joel pertama kali saat duduk di bangku SMP di pertengahan 1980-an. Ketika itu seorang teman menyodorkan sebuah kaset kompilasi dengan lagu “Uptown Girl” di dalamnya. Aslinya, lagu “Uptown Girl” ada dalam album Billy Joel yang berjudul An Innocent Man (1983). “Uptown Girl” kemudian sering dinyanyikan ulang oleh banyak boyband diakhir tahun 1990-an. Beberapa orang menyebut bahwa musik Billy Joel banyak dipengaruhi antara lain oleh Paul McCartney.

Read more »