Guns n’ Roses yang Fenomenal

Appetite for Destruction (1987), album perdana Guns n’ Roses (GNR), demikian fenomenal hingga menjadi album debut yang paling laku terjual selama periode tahun 1980-an (hingga tahun 2003, total penjualan album ini adalah 15 juta copy). Wajar apabila RS 500 menempatkannya dalam ranking agak di atas, nomor 61.

Album ini memperkenalkan warna musik baru yang menjadikan GNR demikian berbeda dari kelompok metal lain tahun 1980-an yang relatif monoton. Seperti ditulis majalah Rolling Stone, gitaris utama Slash memberi warna blues dan punk, sementara Izzy Stradlin sang gitaris kedua yang memainkan rythm memberi warna funk yang kental pada album ini. Terlebih lagi, album ini terasa dimainkan dengan passion bermusik yang kuat. Dengan gaya kesombongannya yang khas, Axl Rose sang vokalis berkomentar: ” a lot of rock bands are too fucking wimpy to have any sentiment or any emotion, unless they are in pain”.

Karena ramuan blues, punk dan funk itu maka lagu-lagu dalam Appetite for Destruction terdengar begitu energik. Coba saja tengok “Welcome to Jungle”, “Paradise City”, “Night Train”, “My Michelle”, dan “Mr. Brownstone”. Mungkin saja karena personil GNR dikenal sebagai the bad boys, dengan jiwa pemberontak yang hedonistik. Bagi sebagian orang, di awal kemunculannya GNR mirip dengan Mick Jagger dan kawan-kawan dari The Rolling Stones yang dikenal super badung itu.

Tak pelak lagi, “Sweet Child O’ Mine adalah lagu paling ikonik dari album perdana GNR ini. Di masa album ini beredar saat saya masih duduk di bangku SMA di Jakarta, sepertinya hampir semua teman memiliki kasetnya. Sekali waktu di tahun-tahun itu, SMA 6 sekolah saya punya gawe rutin Panggung Aksi Musik Sosial (Pamsos). Roxx, sebuah band lokal yang digemari karena kehebatan mereka memainkan lagu-lagu Metallica, diundang untuk main. Tak terduga-duga, mereka memainkan “Sweet Child O’Mine”, yang ketika itu sedang amat populer. Kontan lapangan basket SMA 6 dimana panggung berada heboh kepoh.

“Sweet Child O’Mine” menjadi istimewa terutama karena dua hal: bagian intro-nya yang melodik dan bagian solo-nya yang rumit namun pas dengan ritme lagu secara keseluruhan. Anak saya yang paling kecil pun bisa langsung mengenali “Sweet Child O’Mine” bila mendengar intro lagu ini (thanks to Guitar Hero!).

Padahal, GNR tidak menyangka bahwa lagu itu akan demikian fenomenal. Suatu hari di tahun 1986, Slash sedang duduk-duduk sambil memegang gitar di lantai rumah yang ditempati anggota GNR. Pelan-pelan Slash mulai memainkan nada-nada yang membentuk melodi yang ritmis. Izzy Stradlin nimbrung memainkan beberapa chord mengikuti Slash. Mereka berdua tidak tahu bahwa Axl Rose di lantai atas mendengarkan dan langsung membuat lirik unutk lagu main-main yang terdengar di bawah. Esoknya, anggota GNR ingin memainkan lagu main-main itu secara serius saat latihan, hal yang langsung ditolak mentah-mentah oleh Slash. Menurut Slash, lagu itu terlalu ringan untuk GNR yang menurutnya harus menjadi ‘trash band’. Namun Slash menyerah pada bujukan teman-temannya, maka terciptalah “Sweet Child O’Mine” itu.

Agaknya, Slash menumpahkan musikalitasnya pada bagian solo lagu tersebut, untuk menjaga image ‘trash band’ yang diimpikannya tersebut. Menurut Slash belakangan, lagu itu dan bagian solo-nya merupakan resultan dari berbagai pengaruh, termasuk pengaruh musik Jeff Beck, Cream, dan Led Zeppelin.

Album ini meroketkan GNR dalam sekejap. Tidak bisa dilepaskan juga peran MTV yang memutar berulang-ulang “Sweet Child O’Mine dan “Welcome to the Jungle”. “Sweet Child O’Mine” mencapai puncak nomor 1 tangga lagu-lagu di Amerika pada tahun 1988, sementara “Welcome to the Jungle” mencapai nomor 7. Albumnya sendiri menjadi album nomor 1 dan bertahan hingga lima minggu. Walaupun kemudian turun, Appetite for Destruction bertahan di dalam chart hampir tiga tahun lamanya sebagai album populer. Selain itu, Aerosmith juga mengajak GNR sebagai band pembuka dalam konsernya di tahun 1988.

Dalam edisi 12 Juni 2008, majalah Rolling Stone menerbitkan laporan khusus berjudul 100 Greatest Guitar Songs of All Time dan “Sweet Child O’Mine” ditempatkan pada urutan 63 dari 100 lagu-lagu dengan gitar terbaik.

Saya memperoleh vinyl Appetite for Destruction ini melalui seorang penjual wanita di ebay yang melepasnya seharga 5 dolar. Beruntung vinyl ini dilelang saat weekdays, bukan weekend, sehingga tidak banyak yang ikut bidding. Penjual wanita ini bilang bahwa ia membenci GNR, karena itu harga penawaran awalnya hanya 2 dolar. Kelihatannya ia mengira orang lain membenci GNR seperti dirinya sehingga ia mengira tidak akan ada yang mau membeli vinyl-nya. Sebagai penarik pembeli, ia memberi bonus bahwa pemenang tender akan ia beri secara cuma-cuma sebuah piringan hitam album Barbra Streisand (!!/?#*?#??). Album Barbra Streisand yang dia kasih masih baru dan rapih terbungkus plastik.

Ketika paket dua vinyl ini saya terima, ada sebuah pesan yang ia tulis di secarik kertas: “Instead of GNR, I’d rather listen to Barbra Streisand, The artwork on the back cover of her album is gorgeous, right?”. Ada-ada saja.

Ini link ke “Sweet Child O’Mine”

philips vermonte

18 Responses to “Guns n’ Roses yang Fenomenal”

  1. diupdate dong musiknya, apa emang khusus buat orang tua aja neh? :-p
    masih di amriki bung?

  2. philipsvermonte Says:

    @yusuf, sabar…bentar lagi band kontemporer ada, cuman persoalannya memang belum masuk list RS 500…

  3. blog walking,,

    salam kenal..

  4. Musik orang tua? Huahahahaha… Tua lu, Lips…!!

  5. “Salam METAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAL !!!!”
    (tangan ke atas semuanya…. yang dipojokan juga !!!!)

    It’s such a blast from the past !!!
    Gue enggak setuju kalo ini dibilang lagu orang tua… ini lagu lebih tepat dibilang lagu yang bikin muda-mudi Lintas Melawai lupa umur….he….he…..he……

    Sekali lagi semuanya “METAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAL !!!!”

  6. Wahh… guns sama sekali bukan band metal! mereka murni hard rock, kok. lagu2nya sweet semua, ga ada bau2 metalnya.

    i love axl roses and guns! prove it at:

    http://blogwyd.blogspot.com

  7. philipsvermonte Says:

    mbak wyd, tergantung definisinya sih apakah GNR akan dikategorikan sebagai band metal atau bukan. Tetapi majalah RS menyebut GNR sebagai band metal. Juga “konsultan global” semacam wikipedia. Coba periksa http://en.wikipedia.org/wiki/Heavy_metal_music

  8. bukan mau berantem di sini tapi saya belum pernah baca RS menyebutkan hal itu (atau dulu saya pernah terlewatkan membaca RS edisi guns?). saya ga mungkin upload magazinenya di sini, jadi saya kopi ini dari http://www.rollingstone.com:
    combining heavy-metal technique with punk attitude, Guns n’ Roses provoked charges of multifarious bigotry but leavened their outrage with songs that bespoke the inchoate emotions of hard rock’s primarily young, white male audience….

    dan check ini:
    http://en.wikipedia.org/wiki/Guns_N‘_Roses

    i’m a big fans of guns lah…. rada ga rela genre guns dikategorikan metal… saya kira semua fans guns punya perasaan yang sama….

  9. philipsvermonte Says:

    mbak wyd…justru baik kalau bisa diskusi soal ini.

    Link rollingstone yang dikasih itu front page majalahnya. Coba periksa link ini:
    http://www.rollingstone.com/news/story/6597908/61_appetite_for_destruction

    terutama dibagian ini: “such as drummer Steven Adler, who brought swing and disco breakdowns to the band’s mighty metal.”

    Kelihatannya dalam pandangan mbak wyd, heavymetal yang dimaksud adalah kelompok seperti sepultura, slayer dan sejenisnya?

    Sementara genre metal ada beragam jenis, seperti definisi wiki yang saya kasih link-nya kemarin dulu. Kalau link itu di scroll ke bawah hingga bagian generasi mainstream 1980-an, ada pembahasan mengenai GNR yang disebut sebagai band metal dengan basis audiens yang lebih luas.

    Kalau dalam link wiki tentang GNR yang mbak wyd kasih, ya memang disebut sebagai hardrock band. Tapi kalau diletakan dalam perspektif lebih luas, GNR bisa juga dikategorikan sebagai metal karena cukup banyak elemen-elemen metalnya, terutama gitar Slash dan drum Steven Adler seperti disebut majalah RS di atas.

  10. wah… guns n roses… what can i say? they are my heroes…

    saya pertama kali kenal guns n roses sejak kelas 1 smp, setelah sebelumnya “tersesat” dalam alunan lagu boyband… saya bisa bayangkan ayah saya garuk2 kepala karena pas saya TK sampai kelas 6 SD ayah setia menjejali Hendrix, Led Zep, Deep Purple, Janis Joplin, The Doors, Beatles, hingga Bee Gees. Om saya juga setia menjejali musik-musik era-nya, mulai Skid Row, Motley Crue, Poison, Enuff Znuff, Van Halen hingga yang terakhir, Nirvana… tapi entah kenapa, tiba2 pas SMP, selera saya berubah drastis.

    hingga akhirnya saya diberi CD kompilasi greatest hits-nya (yang banyak dijual di bajakan) dan… waw! tiba-tiba hidup saya berubah…

    tulisannya mantap… cuman, kok ada beberapa bagian yang sepertinya hampir mirip ama tulisan tentang slash dan sweet child o mine di Rolling Stone edisi 100 Greatest Guitar Songs of All Time ya? atau saya yang lupa…

    trus, sekedar bertanya… album debut yang dimaksud mas Philips itu \, album debut setelah masuk Geffen atau album debut indie ya? kalo debut album setelah Gnr signed ama Geffen emang bener, tapi kalo debut indie bukannya ada album Live like @ suicide kan? hmmm…

    trus si izzy itu kan basicnya Rock n roll? bukannya dia maniak The Rolling Stones dan lagu favoritnya sepanjang masa adalah (i cant get no) Satisfaction…

    yah apapun itu, emang lebih enak kalau didiskusikan :)

    btw… saya masih gak menyangka ada orang2 sekaliber anda berkunjung ke blog saya, dan ngasih komen pula. saya jadi sedikit tersanjung :)

    uhmmm… apa mungkin suatu saat mas-mas di blog ini menulis tentang scene indie di Amerika sono? bukan hanya tentang berburu vinyl aja… kan lumayan, bisa nambah wawasan musik bagi para pengunjung blog ini :)

    satu lagi, saya link blog ini dari blog saya ya mas…

    matur suwun :)

    keep rocking :)

  11. philipsvermonte Says:

    bung nuran..thanks dan salam kenal…

    Ya memang ada bagian yang saya ambil dari tulisan RS edisi 100 Greatest Guitar Songs itu, rasanya saya sebut juga didalam tulisan itu tentang hal ini.

    Di bagian ‘Tentang Blog ini” ada juga disclaimer bahwa tulisan-tulisan di blog ini akan mengambil dari berbagai sumber termasuk majalah, buku, website dan lain-lain….

    Tulisan soal musik indie akan menyusul…

    pjv

  12. hehehe, maaf, berarti saya yang kurang menyimak…

    salam kenal juga mas Philips :)

    jadi gimana tentang album debut itu?

  13. philipsvermonte Says:

    nuran, Live ?!*@ like a suicide itu adalah EP, bukan album. EP ibarat extended singles, kumpulan single yang berisi biasanya paling banyak 4 lagu (dan Live ?!* @ like a suicide itu memang berisi 4 lagu saja, yang satu lagu bahkan cover version lagunya Aerosmith). Appetite for Destruction itulah yang disebut sebagai debut albumnya GNR….

    oh iya..thanks kalau mau nge-link blog ini ke blog ente yang asik itu…

  14. im back, philip (or whatever ur name lah)….

    betul banget, di mata saya rock itu sweet plus beatnya special. saya setuju kalau dibilang guns mengkombinasikan metal, rock, bahkan sedikit punk tapi anyway mereka tetep band rock.

    saya bisa nikmatin metal tapi ga pernah nemu band metal yang ’sweet’….

    berharap axl segera ngeluarin chinese democracy nya , ga perlu nunggu chineses menerapkan demokrasi di negara mereka sono….

    guns rules!

  15. yup, emang live like a suicide itu EP, makanya saya pengen penjelasan itu tadi, debut sebelum masuk Geffen…

    oh ya, trus buat mbak wyd…

    metal gak sweet? ah, kata siapa? dulu di era 80’s kan ada tu gelombang hair metal, yang di komandoi ama Poison, Motley Crue, Enuff Znuff, hingga Tesla. dan banyak kok lagu2 sweet dari mereka. dari Poison ada “I Wont Forget You”. Motley Crue punya “Without You” Enuff Znuff punya “By Your Side” Tesla juga punya “Love SOng” Skid Row pun punya ” I Remember You” yang legendaris itu… jadi metal juga bisa sweet kok :)

    btw, ngomong2 soal Chinese Democracy, versi resminya emang belum keluar. tapi yang bajakan udah banyak beredar di internet. saya sendiri udah punya album full chinese democracy… kalau mbak wyd mau, ntar saya kirimi…

  16. @nuran:

    suka every rose has its torn? menurut gw sih poison rock/hard rock lah yg ngasih sentuhan pop/country, mungkin sedikiiiit metal di beberapa lagu.
    emang sih biasanya ga ada yg murni mengusung musik jenis tertentu.

    soal album terbaru guns sih udah semua lagu saya dengerin, cuma entah iya entah ga bakalan dimasukkan dlm album
    thx udah nawarin bajakan. saya kok ga tega yah beli bajakan…

  17. gnr tuh “AMAZING” luarbisa, gak ada yg bisa nandingin, pantes aja gnr tuh bnyak di “idolain” ama band2 sejawat nya kayk van helen,iron meiden,skidrow,metalicca(apalagi),& ama ampir smua band2 modern kyak green day,avenged sefenvolld & sejenisnya. trus slash juga jadi panutan nya si steve vai,ama si paul gilbert dlm brmain gitar. pantes saja majalah guitarworld menempatkan GNR menjadi Band terbesar di bumi yang pernah ada.

  18. menurut gw guns n’ roses tu band br aliran Alternatif….
    gw sngat suka ma smua lgnya Guns N’ Roses

Leave a Reply