Oleh Rizal Shidiq
Hujan pagi ini mengingatkan saya pada suasana di tempat kos saya di Depok, pertengahan tahun 90an. Masa itu, udara dingin seperti ini sangat tidak kondusif bagi mahasiswa pemalas seperti saya untuk berangkat kuliah jam delapan pagi.
Untuk memompa adrenalin di pagi hari, musik rock jadi penting –juga kopi Kapal Api. Salah satu musik yang sering berkumandang di tempat kos saya waktu itu adalah album kelompok musik Live, Throwing Copper.
Imam, teman satu kos saya, anak Boedoet asal Kramat Sentiong yang kuliah di jurusan teknik metalurgi, adalah orang yang memperkenalkan saya pada album ini. Kasetnya waktu itu mondar mandir di beberapa mini compo di tempat kos kami. Boro-boro turntable atau CD player, saat itu mini compo kami saja hanya yang versi murah –itu pun, tega-teganya, masih dicolong maling juga. Kaset juga hanya sebiji dipakai satu kos. Tentu saja kami tidak menyebutnya sebagai hambatan finansial, tidak punya duit, tetapi, dengan bangga, manifestasi sosialisme dalam kehidupan nyata.



Baru-baru ini saya mendapatkan album berjudul Second Edition dari kelompok musik Inggris Public Image Ltd. Album ini ada di nomor 461 dalam RS 500 (di Inggris, judul album ini adalah Metal Box, dalam rilis Amerika diubah menjadi Second Edition). Bagi mereka yang cukup mengikuti sejarah musik punk pasti tahu ini adalah kelanjutan kisah kreatif vokalis the Sex Pistols, Johnny Rotten.

