Oleh M. Taufiqurrahman
Kadang kita mendengarkan musik bukan karena keindahan aransemen lagu atau vokal sang penyanyi yang mendayu-dayu merdu. Kalau mendengarkan musik hanya karena kedua alasan itu, pilihan itu saya serahkan kepada mereka yang suka dengan Celine Dion atau Kenny G. Dan kalau musik hanya tentang vokal yang merdu dan musik yang enak didengar, tentu saja artis semacam Captain Beefheart, Tom Waits, atau Bob Dylan sudah punah dari awal. Kita (atau saya terutama) memilih untuk mendengarkan ketiga penyanyi tersebut bukan karena keindahan musik mereka—walaupun memang ada beberapa musik Waits dan Dylan yang indah seperti “I Want You” atau beberapa lagu dari Swordfishtrombone, Captain Beefheart sih tidak punya lagu yang indah namun tetap setia saya putar—namun karena kekuatan kata-kata yang kemudian disertai tindakan yang setara.
Bagi saya ketiga orang ini—mengutip Rendra di Kantata Takwa—adalah pejuang yang melaksanakan kata-kata serta bernyanyi untuk memberi kesaksian. Dan untuk alasan yang sama pula kemudian kalau saya menjatuhkan pilihan kepada Leonard Cohen, sang troubador dari Canada.








