Trout Mask Replica: Siaran Radio Rusak dari Antah Berantah

Oleh M. Taufiqurrahman

troutmaskcover Saya pernah punya pekerjaan yang menurut saya paling tidak penting di antara pekerjaan yang ada, menjadi kritikus musik di sebuah koran di Jakarta. Pekerjaan ini tidak penting karena apapun yang anda katakan sebagai kritikus musik tentang betapa bermutu dan indahnya musik the Shins, atau betapa politisnya musik Dead Kennedys orang tetap akan lebih banyak membeli rekaman musik Britney Spears, My Chemical Romance atau Keane. Bahkan ketika anda menulis dengan banyak menyebut nama-nama besar seperti the Velvet Underground, Joy Division atau Frank Zappa (yang mungkin anda maksudkan sebagai upaya untuk menambah kredibilitas dan menunjukkan betapa luasnya wawasan anda sebagai kritikus musik) orang akan menuduh anda sebagai music snob yang sombong dan sok hebat dan secara sengaja mencela band semacam Coldplay atau Snow Patrol hanya untuk meninggikan selera pribadi. Atau menggunakan kata yang sempat populer di musim kampanye presiden Amerika Serikat beberapa bulan yang lalu, anda akan dituduh sebagai elitis.

Namun begitu pekerjaan ini bukan tanpa hal hal menyenangkan. Tentu saja anda bisa mendapat CD gratis dari perusahaan rekaman—yang meskipun kebanyakan adalah sampah, kadang ada satu dua album yang bagus yang bisa menambah perbendaharaan koleksi anda, atau juga kesempatan untuk nonton pertunjukan gratis band-band besar. Kalau anda beruntung, bisa dapat pujian dan teman baru yang satu selera dengan anda. Nah satu lagu keuntungan dari menjadi kritikus musik adalah ya itu tadi anda bisa menjadi music snob dan bisa menulis apa saja tentang siapa saja tanpa basa basi. Anda juga bisa menjadi seseorang yang punya hak untuk mengatakan bahwa sebuah LP, yang jika diukur dengan standar apapun tidak bisa dikatakan sebagai musik, bisa anda katakan sebagai sebuah mahakarya, dan seiring berjalannya waktu kadang sejarah akan setuju dan berpihak kepada anda.

Contoh paling terkenal dari kesewenang-wenangan kritikus musik adalah ketika Lester Bangs, sekali lagi saya harus mengutip dia, mengatakan bahwa album Lou Reed Metal Machine Music adalah sebuah karya besar jenius, ketika yang dimaksud adalah hanya suara distorsi gitar sepanjang kurang lebih dari satu jam, yang tidak bisa dikatakan sebagai musik oleh sebagian besar manusia yang masih punya indra pendengaran yang baik, kritikus musik atau bukan. Bentuk kesewenang-wenangan lain ditunjukkan oleh Chuck Klosterman, mantan kritikus musik dan penulis untuk majalah Spin yang sudah dipecat sewaktu ada rasionalisasi besar besaran di kantor majalah tersebut. Dengan sangat bangga Klosterman mengatakan bahwa album-album dari kelompok hair rock tahun 1980-an semacama Dokken, Motley Crue, Bon Jovi, Poison adalah pencapaian musik luar biasa yang tidak akan terulangi lagi. Klosterman mengatakan ini sepenuh hati tanpa ironi atau bernada nyinyir. Dan kalau anda baca buku dia Fargo Rock City, ya kemudian kita tahu bahwa dia memang dibesarkan di kota sangat kecil di pedalaman Midwestern dan hanya tumbuh dengan mendengarkan album-album tersebut.

Nah karena saya pernah punya pekerjaan sebagai kritikus musik, maka kini saya akan mengikuti jejak para sesepuh untuk mengatakan sebuah album yang dengan standar apapun bisa sangat sulit dikatakan sebagai musik, ternyata adalah sebuah karya besar yang layak dijunjung tinggi dan diberitahukan kepada dunia betapa pentingnya album tersebut. Album yang saya maksud adalah Trout Mask Replica dari Captain Beefheart a.k.a Don Van Vliet bersama bandnya His Magic Band.

Album yang tidak bisa dimasukkan ke dalam kategori musik apapun ini bisa dikatakan sebagai bukti nyata bahwa musik diciptakan kadang tidak untuk menemani membaca koran atau dipasang di iPod untuk menemani lari pagi. Album sepanjang hampir delapan puluh menit dan berisi 28 lagu ini (yang dalam versi piringan hitam dicetak dalam dua LP) hanyalah berisi bunyi alat musik yang tidak bisa dikatakan tanpa harmoni, drum, gitar, bass, vokal berjalan sendiri sendiri tanpa pernah ketemu. Itu yang bisa dikatakan sebagai komposisi musik. Sebagian dari isi album ini adalah para anggota His Magic Band bercanda di antara waktu jeda sesi rekaman yang secara alami dan secara sengaja dimasukkan sebagai bagian integral dari musik mereka. Captain Beefheart a.k.a. Don Van Vliet di beberapa lagu malah cuma membaca puisi omong kosong atau memberi komando kepada band-nya untuk bermain secara lebih serius dengan gaya yang sangat jenaka.

Atau di “Hair Pie: Bake 2”, ini bukan lagu namun beberapa anggota band dan Captain Beefheart memanggil dua anak kecil di luar studio dan mengajak mereka ngobrol tentang lagu yang akan mereka mainkan. Nah karena mikrofonnya jauh, maka yang kita dengar cuma suara angin kosong dan suara orang ngobrol di kejauhan yang sayup sayup kita dengar. Luar biasa avant garde. Judul-judul lagu (itupun kalau bisa dikatakan sebagai lagu) juga sangat bodoh; “Hobo Chang Ba”, “Ella Guru”, “Neon Meate Dream of an Octafish”, (klik di sini) “Old Fart at Play” (klik di sini), dan “Pachuco Cadaver” (klik di sini). Nah dengan kondisi seperti itu—ditambah lagi bahwa album ini diproduseri oleh Frank Zappa—memang diperlukan kesabaran yang sangat tinggi untuk bisa mencerna musik dari album ini. Pada awalnya semua orang akan bertanya ketika pertama kali mendengar album radio rusak ini, musik dari belahan neraka mana ini?. Nah kira-kira setelah mendengarkan lebih dari 50 kali baru mungkin pendengar bisa “mengerti” kejeniusan album ini, yang sampai sekarang saya juga belum tahu dimana, meskipun secara instinktif saya selalu punya keinginan untuk selalu memutar album ini. Ada sebuah rasa tidak nyaman aneh yang membuat saya untuk selalu memutar LP album ini ketika sudah capek mendengarkan musik-musik indah dari Joni Mitchell, Steely Dan atau Beck (khusus hanya Sea Change yang bisa dikatakan sebagai musik indah).

Dengan resiko bahwa saya seperti sedang menggurui saya harus mengatakan bahwa hanya dengan kejelian penuh anda bisa menangkap harmoni-harmoni yang tersembunyi yang ternyata tersusun rapi di balik kekacauan. Mendengar Trout Mask Replica seperti menatap gambar tiga dimensi yang pernah populer di Indonesia sewaktu saya kecil. Hanya dengan kesabaran dan sedikit keberuntungan anda bisa melihat bahwa ada gambar kapal tersembunyi di balik pola pola aneh yang anda lihat. Lagu “Moonlight on Vermont”, komposisi terakhir di side 2 LP kedua misalnya punya rhythm section yang sangat sulit dikerjakan kalau bukan oleh musisi mumpuni. Tiga gitar yang mula-mula saling bertolak belakang di satu titik kemudian menyatu di tengah lagu sebelum kemudian berpisah lagi. “Moonlight on Vermont” hanyalah salah satu dari sedikit lagu yang bisa dinikmati sebagai musik. Atau di lagu the “Blimp”, di balik teriakan bodoh Van Vliet bisa kita dengar permainan bass yang sangat canggih yang seperti tidak sengaja diciptakan hanya sebagai pelengkap nada semata. Musik aneh dari orang orang aneh diproduseri oleh orang aneh hanya mungkin tercipta dengan metode yang aneh pula. Dikabarkan bahwa album sepanjang dan sekompleks ini direkam hanya selama lima jam dibawah pengarahan Frank Zappa, namun untuk mencapainya semua anggota band harus berlatih keras siang malam selama 12 jam sehari sepanjang berbulan bulan.

Hampir semua kritikus memberi nilai A untuk album ini dan agak aneh untuk album yang banyak dipuji oleh kritikus, Trout Mask Replica termasuk lumayan laku. Dan dari beberapa orang yang membeli album ini beberapa di antaranya seperti Tom Waits, P.J. Harvey dan the White Stripes secara terus terang mengakui betapa besar pengaruh album ini dalam musik mereka. Coba dengar album apa saja dari Tom Waits dan anda akan mendengar Captain Beefheart.

Saya sudah menyerah untuk bisa mendengarkan album penting ini ketika dua tahun lalu seorang teman di Jakarta—yang baru pulang dari Amerika—menawari meninjami album ini. Setelah saya copy, saya mencoba meresapi makna album ini sampai beberapa menit sebelum anak dan istri saya protes dan saya harus matikan CD player. Untuk beberapa waktu saya hanya mendengarkan album ini hanya dari iPod, sampai kemudian saya mendapatkan piringan hitam (yang saya tidak tahu apakah langka atau tidak) dari seorang penjual di Champaign, negara bagian Illinois. Nah kini ketika hari sudah mulai gelap dan petir mulai bersahutan, gambar ikan trout dengan memakai topi shuttle cock dan jas musim dingin di sampul album Trout Mask Replica itu seperti selalu memanggil saya untuk segera masuk ke alam surreal.

Leave a Reply