Memilih Lima Lagu
Oleh M. Taufiqurrahman
Di masa larut studi di Amerika Serikat ini, saya dan Philips bukannya memiliki beban yang semakin ringan namun sebaliknya malah tambah sibuk karena selain harus tetap datang ke kelas dan menulis tugas akhir atau disertasi, dan oleh karena mendengarkan LP agak berkurang kini saya hanya akan membuat daftar lima lagu yang paling sering saya dengarkan baik dari iPod maupun dari turntable.
1. Je n’En Connais Pas La Fin, Jeff Buckley (Live at Sin-é, Sony Legacy, 1993) Live at Sin-E. Direkam beberapa tahun sebelum Jeff Buckley menjadi terkenal dengan album Grace di hadapan kurang dari mungkin sepuluh orang, lagu ini adalah dokumen betapa Buckley adalah salah satu musisi rock yang amat langka. Dia bisa membuat sebuah lagu dari era Perang Dunia II yang aslinya dinyanyikan oleh Edith Piaf menjadi sebuah karya mandiri yang luar biasa indah, namun terasa kontemporer. Diiringi denting gitar yang mengalun seperti angin malam, Buckley hanya menyisakan dua bait berbahasa Prancis dari Edith Piaf, selebihnya adalah sebuah cerita masa kecil tentang pergi ke pasar malam. Apapun arti dari kata kata berbahasa Prancis tersebut, pastilah sangat indah. Klik di sini untuk melihat klip nya.
2. Incinerate: Sonic Youth (Rather Ripped, DGC, 2004). Sonic Youth adalah kelompok musik yang tidak bisa dikatakan muda lagi, namun sama seperti Bob Dylan, Sonic Youth adalah salah satu dari sedikit kelompok musik atau musisi yang menjadi tua namun tetap bermartabat. Rather Ripped adalah sebuah album yang luar biasa bagus untuk kelompok yang sudah hidup lebih dari 25 tahun. Dibanding album album Sonic Youth sebelumnya yang masih senang bermain main dengan distorsi gitar album ini sangat bersih, yang ada cuma denting gitar yang melodis dan dentuman drum yang menggema. Semuanya terangkum sempurna di lagu Incinerate (klik di sini), dengar ketukan tiga kali tom tom di awal lagu dan anda akan tahu maksud saya.
3. Metal Machine Music, Part. IV: Lou Reed (Metal Machine Music, RCA, 1975). Sebenarnya ini bukanlah lagu dalam standar konvensional, karena seperti tiga komposisi lain di album Metal Machine Music, Part IV hanyalah suara derau distorsi gitar sepanjang hampir 15 menit yang menyayat telinga kanan dan kiri (klik di sini). Komposisi ini berbeda hanya karena ada beberapa kali dentuman distorsi yang anehnya malah menciptakan ketukan ritmik yang aneh. Boleh jadi Lou Reed memang sangat jenius atau kita saja yang terlalu bodoh untuk mau mendengarkan sampah ini, namun sepuluh tahun kemudian band band seperti Jesus and Mary Chain, My Bloody Valentine atau Sonic Youth membuat mahakarya mereka didasarkan kepada Metal Machine Music.
4. Psycho Killer, Talking Heads (Talking Heads: 77, Sire, 1977) Ada sesuatu yang lain kalau lagi rock dinyanyikan sebagian dalam bahasa Prancis, mungkin lebih seksi atau elegan. Di lagu ini David Bryne cuma punya 6 bait kata kata berbahasa Prancis, namun yang lebih bersinar adalah bagaimana Byrne menyanyikan bait bait tersebut, terbata bata dengan falsetto nada rendah yang unik. Video klip lagu ini bisa diklik di sini.
5. In the Aeroplane Over the Sea, Neutral Milk Hotel (In the Aeroplane Over the Sea, Merge, 1997). Diiringi kocokan gitar akustik yang membahana, penyanyi Jeff Mangum bercerita tentang kematian, ketika nyawa kita bertemu Tuhan di balik matahari dan ketika abu kita ditaburkan dari pesawat yang terbang di atas laut. Dan ketika imaji sureal ini belum selesai dikisahkan, sebuah orkestra musik dari New Orleans yang biasa dibunyikan di upacara pemakaman mulai bermain dan menutup kisah yang pedih namun menghanyutkan ini. Silahkan klik di sini.