Archive for the folk Category

Harmoni dan Inspirasi dalam Album Fleet Foxes

Posted in folk, indie, rock on December 31, 2008 by philipsvermonte

fleetfoxescover

Dalam tradisi akademik di Barat, ada ungkapan terkenal ‘standing on the shoulder of giants’. Metafora ini berasal dari bahasa Latin nanos gigantum humeris insidentes yang bermakna “one who develops future intellectual pursuits by understanding the research and works created by notable thinkers of the past”. Bahwa karya akademik selalu terinspirasi dan dibangun diatas karya-karya akademik sebelumnya. Dalam ilmu politik, salah satu giant itu adalah Professor Samuel Huntington, yang meninggal dunia pada tanggal 27 Desember lalu dalam usia 81 tahun.

Karya-karya Huntington, menurut saya, ditulis dengan amat baik dan argumen yang terang. Dalam studi perbandingan politik (comparative politics), sebuah sub-disiplin dari ilmu politik, karya-karya Huntington adalah dasar bagi studi-studi lanjutan, dimana ilmuwan politik yang belakangan membangun karya-karyanya diatas buah pemikiran Huntington.

Read more »

Vampire Weekend: Simbol Musik Generasi Internet

Posted in folk, indie, punk on December 25, 2008 by philipsvermonte

vweekend Adalah suatu kebetulan ketika untuk pertama kalinya saya mendengar lagu-lagu karya Vampire Weekend lebih dari enam bulan lalu, saya juga baru saja mendapatkan album piringan hitam Graceland karya Paul Simon yang terkenal itu. Musik folk Afrika yang bertaburan dalam album Graceland itu juga mempengaruhi musik Vampire Weekend. Tidak mengherankan apabila banyak orang yang seketika membandingkan album perdana self-titled Vampire Weekend dengan album Graceland yang berjarak lebih dari 20 tahun.

Tentu banyak yang kecewa ketika menemukan bahwa dua album dari pemusik dari generasi berbeda ini tidak bisa dibandingkan begitu saja. Agak mengherankan bagi saya ketika banyak yang menyatakan bahwa album Vampire Weekend tidak sepadan untuk dibandingkan dengan Graceland, karena Graceland dianggap jauh lebih ‘bermutu’.

Read more »

Tahun 2008: Tahun Musik Rock and Roll

Posted in RS500, alternative, folk, heavy metal, indie on December 19, 2008 by philipsvermonte

Saya baru selesai membaca majalah Rolling Stone edisi terbaru (issue 1068/1069, December 2008/January 2009). Saya sudah sering tulis bahwa saya mengagumi majalah yang satu ini, terutama karena kemampuannya yang hebat dalam menggabungkan entertainment (khususnya musik dan film) dan social/political awareness. Saya juga baru membeli commemorative edition majalah RS ini yang berisi khusus tulisan-tulisan panjang wartawan RS tentang Barack Obama (tentang kampanyenya, pidato-pidatonya yang menggetarkan, dan kisah-kisah lain seputar Barack Obama). Dua majalah lain yang menerbitkan commemorative edition tentang Barack Obama adalah Time dan Newsweek.

Saya membeli edisi terbaru RS ini karena saya ingin tahu pendapat RS tentang album-album rock terbaik yang di rilis tahun 2008.Ternyata, setelah saya baca, yang pertama menarik perhatian saya adalah sebuah statement sangat pendek yang saya temukan dalam sebuah artikel di edisi ini: “Can’t Stop the Rock!”.

Read more »

Graceland: Karya Kemanusiaan Paul Simon

Posted in RS500, folk, rock, rock & roll hall of fame on September 1, 2008 by philipsvermonte

Di musim panas tahun 1984, Paul Simon menerima hadiah sebuah kaset dari seorang temannya. Ia kemudian begitu terpesona pada kaset yang berjudul Gumboots: Accordion Jive Hits itu. Menurutnya, album itu adalah “very happy music” dan terasa begitu akrab. Album itu adalah album musik rakyat dari daerah Soweto di Afrika Selatan.

Album Gumboots ini menjadi pemicu eksplorasi kreatif Paul Simon sampai menempuh perjalanan jauh ke Afrika untuk berkolaborasi dengan musisi lokal dan akhirnya melahirkan album legendaris berjudul Graceland (1986). Album ini oleh majalah Rolling Stone diletakkan dalam urutan 81 dari list 500 Greatest Albums of All Time. Album solo Paul Simon lain yang masuk dalam list RS 500 itu adalah There Goes Rhymin’ Simon (1973).

Read more »

Five Leaves Left: Musik Bunuh Diri Yang Indah

Posted in RS500, folk on July 29, 2008 by philipsvermonte

Oleh M. Taufiqurrahman

Mungkin karena saya terlalu banyak membaca karya karya Albert Camus maka saya tertarik dengan ide bunuh diri, atau lebih tepatnya tertarik dengan orang-orang muda yang bunuh diri. Saya sendiri sih terlalu penakut untuk melakukan tindakan tersebut. Namun ada sesuatu yang gelap dan menarik dalam bunuh diri, terutama apabila bunuh diri itu dilakukan (secara sengaja atau tidak) oleh musisi. Heath Ledger boleh mati bunuh diri namun saya tidak akan berfikir lebih dari lima menit kenapa dia mati bunuh diri (mohon maaf untuk fans Heath Ledger).

Read more »