Archive for the punk Category

Vampire Weekend: Simbol Musik Generasi Internet

Posted in folk, indie, punk on December 25, 2008 by philipsvermonte

vweekend Adalah suatu kebetulan ketika untuk pertama kalinya saya mendengar lagu-lagu karya Vampire Weekend lebih dari enam bulan lalu, saya juga baru saja mendapatkan album piringan hitam Graceland karya Paul Simon yang terkenal itu. Musik folk Afrika yang bertaburan dalam album Graceland itu juga mempengaruhi musik Vampire Weekend. Tidak mengherankan apabila banyak orang yang seketika membandingkan album perdana self-titled Vampire Weekend dengan album Graceland yang berjarak lebih dari 20 tahun.

Tentu banyak yang kecewa ketika menemukan bahwa dua album dari pemusik dari generasi berbeda ini tidak bisa dibandingkan begitu saja. Agak mengherankan bagi saya ketika banyak yang menyatakan bahwa album Vampire Weekend tidak sepadan untuk dibandingkan dengan Graceland, karena Graceland dianggap jauh lebih ‘bermutu’.

Read more »

10 Album Piringan Hitam Yang Terbanyak Saya Putar Dalam Dua Minggu Terakhir

Posted in indie, misc, punk, rock on November 16, 2008 by philipsvermonte

Kesibukan kampus membuat saya lupa menulis review album-album piringan hitam yang saya koleksi. Yang jelas, mendengarkan musik adalah rutinitas setiap hari yang tidak terlupakan. Sambil membaca atau menulis, musik sebagai background jelas tidak pernah ketinggalan.

Beberapa waktu ke depan, kami (utamanya saya, Rizal dan Taufiq) akan mencoba membuat tulisan super ringan, tentang 10 album piringan hitam dari koleksi kami masing-masing yang paling sering kami putar beberapa waktu belakangan. Maklum, akhir semester semakin mendekat, tugas-tugas kuliah dan ujian menghampiri.

Read more »

Album Tanpa Nama Suicide

Posted in RS500, punk on September 22, 2008 by philipsvermonte

Oleh M. Taufiqurrahman

Beberapa hari terakhir saya mendapatkan terlalu banyak piringan hitam dan sangat sulit memutuskan mana terlebih dahulu yang akan saya tulis. Kemampuan membeli dan mengumpulkan saya jauh melebihi kemampuan saya untuk menulisnya. Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan piringan hitam dari dua band punk dari pantai barat Amerika, Fresh Fruit for Rotting Vegetables milik band punk ultra-kiri Dead Kennedys dan Wild Gift milik band punk-blues-rockabily X.

Tidak lama kemudian istri saya datang dari Minneapolis dan membawakan tiga piringan hita, yaitu One Nation Under A Groove dari band Parliament/Funkadelic, the Beach Boys Today! dari band the Beach Boys, serta album politis Randy Newman berjudul Sail Away. Beberapa hari kemudian saya kehabisan coin untuk mencuci di laundry otomatis. Saya pergi menukar uang di toko musik dekat rumah, dan terpaksa beli album Cat Stevens yang judulnya Tea for the Tillerman serta album Greatest Hits dari kelompok folk-pop dari Pantai Barat California, The Byrds, dengan harga yang ultra-murah juga.

Read more »

Dari Elvis Costello Hingga Konser Amal Untuk Kamboja

Posted in RS500, live concert, punk, rock on September 4, 2008 by philipsvermonte

Saya pikir-pikir, ‘membaca’ karya musik tidak ada bedanya dengan membaca karya tulis dalam konteks dunia akademis yang saya jalani. Saya harus membaca buku dan artikel-artikel dari berbagai jurnal ilmiah. Tentu saja banyak diantara buku dan artikel ini yang tidak bisa segera saya pahami isinya. Kalau begini, biasanya saya melanjutkan ke bacaan lain. Suatu saat saya akan sampai pada sebuah bacaan yang menjelaskan dengan lebih baik tema serupa yang ditulis dalam buku atau artikel yang semula tidak saya pahami isinya itu. Begitulah bekerjanya dunia akademik, karya-karya tulis pada dasarnya seperti jaring laba-laba yang terhubung satu dengan yang lainnya.

Seperti itu juga kejadiannya dalam hal musik. Beberapa bulan lalu saya mendapat album piringan hitam berjudul Armed Forces (1979) dari Elvis Costello and the Attractions. Album ini ada dalam list 500 Greatest Albums of All Time majalah Rolling Stone di urutan 474. Ketika saya dengarkan pertama kali, karya Elvis Costello ini tidak bisa langsung saya nikmati. Setelah mengekspose diri dengan beragam album dan karya musik lain, saya kembali mendengarkan album itu beberapa hari terakhir ini. Ternyata album itu nikmat untuk didengarkan. Dan nyatanya album itu adalah album cukup penting dalam sejarah perkembangan musik. Lagu pertama “Accidents Will Happen” bahkan disebut sebagai salah satu peletak dasar musik New Wave yang tidak lama kemudian berkembang subur di tahun 1980-an. Di lagu lain, yang berjudul “Oliver’s Army”, bisa kita rasakan beat dan ekspresi emosional yang kentara dimana Elvis Costello menggabungkan punk dan pop dengan manis (klik di sini).

Read more »

Never Mind the Bollocks: Mahakarya Punk Sebenarnya

Posted in RS500, punk on August 27, 2008 by philipsvermonte

Pada banyak hal saya sependapat dengan kawan saya Taufiq. Tapi tentu ada beberapa perbedaan pendapat dengannya. Salah satunya adalah mengenai album apa yang merupakan mahakarya musik punk? Tempo hari Taufiq menulis bahwa baginya Marquee Moon (1977) dari Television, grup asal Amerika, adalah karya musik punk terbaik. Album Marquee Moon memang album dahsyat, tetapi buat saya album Never Mind the Bollocks, Here’s the Sex Pistols milik grup the Sex Pistols adalah mahakarya musik punk yang sebenarnya. Namun ketika itu saya tidak bisa menulis mengenai Sex Pistols karena belum mendapat piringan hitamnya (sekedar friendly reminder: blog ini tentang perburuan piringan hitam, sebuah album baru bisa ditulis kalau kami sudah memiliki piringan hitamnya).

Akhir pekan minggu lalu, pucuk di cinta ulam tiba. Saya akhirnya mendapat piringan hitam album Never Mind the Bollocks di sebuah toko vinyl di Rockford, kota tetangga tempat saya belajar ini. Bukan hanya album Sex Pistols ini, saya juga menemukan dua buah toko vinyl yang menarik. Akhir minggu lalu kami pergi ke Rockford, ke Asian grocery. Biasa, istri saya ingin belanja bahan makanan Indonesia persiapan bulan puasa. Tak disangka kami melihat dua toko vinyl dekat toko Asian grocery itu. Setelah belanja, mampirlah kami ke situ.

Toko yang satu memiliki neon sign gahar: B.T.A records – punk, metal, underground. Begitu saya buka pintu tokonya, aroma punk dan underground begitu terasa. Toko ini lebih mirip gudang. Ada sofa kotor tergeletak di pinggir, skateboard diletakkan sembarangan, dan ada genangan air cukup besar yang dibiarkan di tengah ruangan, bocoran dari atap akibat hujan deras malamnya. Di tembok banyak coretan graffiti, botol kosong berserakan di lantai. Musik punk terdengar keras melalui loudspeaker.

Read more »

Second Edition oleh Public Image Ltd.: Edisi Kedua Sex Pistols

Posted in RS500, punk on August 25, 2008 by philipsvermonte

Oleh M. Taufiqurrahman

Baru-baru ini saya mendapatkan album berjudul Second Edition dari kelompok musik Inggris Public Image Ltd. Album ini ada di nomor 461 dalam RS 500 (di Inggris, judul album ini adalah Metal Box, dalam rilis Amerika diubah menjadi Second Edition). Bagi mereka yang cukup mengikuti sejarah musik punk pasti tahu ini adalah kelanjutan kisah kreatif vokalis the Sex Pistols, Johnny Rotten. Setelah Sex Pistols bubar, Johnny Rotten ya bikin band Public Image Ltd. ini bareng gitaris Keith Levene dan pemain bass Jah Wobble serta beberapa orang penabuh drum. Di album ini Rotten kembali ke nama aslinya Johnny Lydon.

Nah, cerita saya bisa dapat album ini adalah sebagai berikut. Saya sudah lama tahu soal Public Image Ltd. Dan album Second Edition yang legendaris ini. Namun pertama yang membuat saya tertarik dengan rilisan ini adalah, seperti biasa, bagaimana album ini dikemas waktu pertama kali dirilis dalam bentuk piringan hitam. Tiga piringan hitam album ini di kemas di dalam kaleng bulat yang biasa dipakai untuk mengirim pita pita film yang hendak di putar di proyektor gedung bioskop.

Read more »

Panggilan dari The Clash

Posted in RS500, punk, rock & roll hall of fame on August 14, 2008 by philipsvermonte

Saya sudah beberapa hari membaca buku ini ketika tadi siang saya mendapat piringan hitam album perdana Elvis Presley di toko vinyl dekat kampus. Tadi itu saya sedang bekerja di library kampus ketika ada kejadian konyol, listrik padam tanpa sebab. Mungkin ada yang rusak, yang jelas ada pengumuman bahwa akan butuh waktu satu jam untuk memperbaikinya. Karena pas jam makan siang, saya memutuskan keluar mencari makan. Karena tidak bisa memutuskan akan makan dimana – apakah McDonald’s, Subway atau Burger King – kaki saya justru melangkah menuju toko vinyl dekat kampus.

Batal makan siang (tahan lapar sedikit lah, makan di rumah aja..he..he), saya malah menyambar album Elvis itu yang covernya serupa tapi tak sama dengan cover album London Calling karya grup punk legendaris asal Inggris, the Clash. Karena sedang membaca buku soal studi komparasi tadi, rasanya menarik untuk sedikit membandingkan dua album ini karena cover yang mirip itu.

Read more »

Guns n’ Roses yang Fenomenal

Posted in GNR, RS500, blues, funk, metal, punk on July 29, 2008 by philipsvermonte

Appetite for Destruction (1987), album perdana Guns n’ Roses (GNR), demikian fenomenal hingga menjadi album debut yang paling laku terjual selama periode tahun 1980-an (hingga tahun 2003, total penjualan album ini adalah 15 juta copy). Wajar apabila RS 500 menempatkannya dalam ranking agak di atas, nomor 61.

Album ini memperkenalkan warna musik baru yang menjadikan GNR demikian berbeda dari kelompok metal lain tahun 1980-an yang relatif monoton. Seperti ditulis majalah Rolling Stone, gitaris utama Slash memberi warna blues dan punk, sementara Izzy Stradlin sang gitaris kedua yang memainkan rythm memberi warna funk yang kental pada album ini. Terlebih lagi, album ini terasa dimainkan dengan passion bermusik yang kuat. Dengan gaya kesombongannya yang khas, Axl Rose sang vokalis berkomentar: ” a lot of rock bands are too fucking wimpy to have any sentiment or any emotion, unless they are in pain”.

Read more »

Mahakarya punk bukanlah Nevermind the Bollock!

Posted in RS500, punk on July 26, 2008 by philipsvermonte

Oleh M. Taufiqurrahman

Bukan karena saya lahir tahun 1977 kalau saya berani bilang bahwa tahun ini adalah tahun terbaik dalam dunia musik. Jarang dalam sejarah musik rock dalam satu tahun bisa dihasilkan album-album yang tidak hanya bermutu namun juga mengubah sejarah dunia musik itu sendiri. Bahkan album-album tersebut bisa memberi pengaruh sosial politik di tempat dimana album album tersebut dilahirkan.

Read more »