Archive for the rock & roll hall of fame Category

B.B King: Raja Musik Blues Yang Rendah Hati

Posted in RS500, blues, rock & roll hall of fame on November 28, 2008 by philipsvermonte

kingfrontcover Beberapa hari setelah Barack Obama terpilih menjadi presiden Amerika 4 November yang lalu, saya terlibat pembicaraan ringan dengan Taufiq, sesama pemelihara blog sontoloyo ini. Pemilihan itu sangat monumental, terutama bagi warga kulit hitam Amerika. Kebetulan saya berada di Grant Park Chicago pada malam 4 November itu, malam perayaan terpilihnya Barack Obama. Di Grant Park Chicago malam itu saya menyaksikan banyak orang kulit hitam meneteskan airmata menyaksikan Barack Obama menyampaikan pidato kemenangannya. “I cannot believe it”, demikian kata dua orang wanita kulit hitam yang sudah berumur, yang berdiri di belakang saya di taman itu sambil menyeka air mata mereka. Malam itu juga saya melihat beberapa anak muda berkulit hitam memanjat sebuah tembok pendek dekat taman, melampiaskan kegembiraannya dengan berteriak-teriak lantang: “Our president is black!, Our president is black!”.

Saya dan Taufiq kemudian tersadar bahwa blog ini, hingga tanggal 4 November itu, belum pernah menampilkan pemusik berkulit hitam dengan agak panjang, kecuali cuplikan pendek di beberapa posting. Padahal saya, Taufiq, dan Rizal memiliki koleksi piringan hitam dari para pemusik hebat kulit hitam. Dalam koleksi piringan hitam saya misalnya, ada dua album penting Stevie Wonder yang berjudul Songs in the Key of Life (1976, ada dalam urutan 57 dari 500 Greatest Albums of All Time versi majalah Rolling Stone atau RS 500) dan Talking Book (1972, nomor 90 dalam RS 500), That’s the Way of the World dari kelompok Earth, Wind and Fire (1975, nomor 485 dalam list RS 500). Juga ada album salah satu penyanyi favorit saya Marvin Gaye, Let’s Get It On (1973, urutan 164 dalam RS 500).

Read more »

Mengagumi Van Halen

Posted in RS500, rock, rock & roll hall of fame on October 12, 2008 by philipsvermonte

Boleh dibilang saya tumbuh bersama grup rock Van Halen. Ketika mulai mendapat uang saku mingguan saat duduk di bangku SMP, album baru Van Halen selalu setia saya beli. Yang pertama saya miliki adalah album berjudul 1984 (atau MCMLXXXIV). Album yang dirilis pada tahun sesuai dengan judulnya ini saya beli ketika saya duduk di kelas satu SMP di tahun 1985. Album inilah yang membuat saya jatuh cinta pada Van Halen. Penyuka musik rock mana yang tidak kenal lagu “Jump” (klik di sini untuk melihat klip nya),  “Panama” (klik di sini), “I’ll Wait”, dan “Hot for Teacher”? Semua lagu ini ada dalam album 1984. “Jump” bahkan begitu legendarisnya, hingga sekarang menjadi lagu rock klasik. Begitu juga dengan aksi lompatan di panggung oleh vokalis David Lee Roth dan gitaris Eddie Van Halen ketika mereka membawakan lagu ini, image-nya begitu tertanam dalam benak mereka penyuka musik rock yang besar di era tahun 1980-an.

Album 5150 keluar ketika saya duduk di kelas dua SMP di tahun 1986 Tentu saya tidak melewatkannya, tetapi lupa beli dimana. Entah di Aldiron Plaza di Blok M, Pasar Mayestik dekat sekolah, atau Aquarius Mahakam. Maklum, masa-masa itu harga kaset murah meriah, bajakan semua. Toko kaset bertebaran dimana-mana. Lagu-lagu album ini semacam “5150” (klik di sini untuk melihat klip-nya), “Why Can’t This Be Love”, “Love Walks In” di hari-hari itu tidak pernah ketinggalan saya putar pagi, siang, sore, malam.

Read more »

Lagu Cinta dan Kebencian Leonard Cohen

Posted in rock, rock & roll hall of fame on September 27, 2008 by philipsvermonte

Oleh M. Taufiqurrahman

Kadang kita mendengarkan musik bukan karena keindahan aransemen lagu atau vokal sang penyanyi yang mendayu-dayu merdu. Kalau mendengarkan musik hanya karena kedua alasan itu, pilihan itu saya serahkan kepada mereka yang suka dengan Celine Dion atau Kenny G. Dan kalau musik hanya tentang vokal yang merdu dan musik yang enak didengar, tentu saja artis semacam Captain Beefheart, Tom Waits, atau Bob Dylan sudah punah dari awal. Kita (atau saya terutama) memilih untuk mendengarkan ketiga penyanyi tersebut bukan karena keindahan musik mereka—walaupun memang ada beberapa musik Waits dan Dylan yang indah seperti “I Want You” atau beberapa lagu dari Swordfishtrombone, Captain Beefheart sih tidak punya lagu yang indah namun tetap setia saya putar—namun karena kekuatan kata-kata yang kemudian disertai tindakan yang setara.

Bagi saya ketiga orang ini—mengutip Rendra di Kantata Takwa—adalah pejuang yang melaksanakan kata-kata serta bernyanyi untuk memberi kesaksian. Dan untuk alasan yang sama pula kemudian kalau saya menjatuhkan pilihan kepada Leonard Cohen, sang troubador dari Canada.

Read more »

Graceland: Karya Kemanusiaan Paul Simon

Posted in RS500, folk, rock, rock & roll hall of fame on September 1, 2008 by philipsvermonte

Di musim panas tahun 1984, Paul Simon menerima hadiah sebuah kaset dari seorang temannya. Ia kemudian begitu terpesona pada kaset yang berjudul Gumboots: Accordion Jive Hits itu. Menurutnya, album itu adalah “very happy music” dan terasa begitu akrab. Album itu adalah album musik rakyat dari daerah Soweto di Afrika Selatan.

Album Gumboots ini menjadi pemicu eksplorasi kreatif Paul Simon sampai menempuh perjalanan jauh ke Afrika untuk berkolaborasi dengan musisi lokal dan akhirnya melahirkan album legendaris berjudul Graceland (1986). Album ini oleh majalah Rolling Stone diletakkan dalam urutan 81 dari list 500 Greatest Albums of All Time. Album solo Paul Simon lain yang masuk dalam list RS 500 itu adalah There Goes Rhymin’ Simon (1973).

Read more »

Panggilan dari The Clash

Posted in RS500, punk, rock & roll hall of fame on August 14, 2008 by philipsvermonte

Saya sudah beberapa hari membaca buku ini ketika tadi siang saya mendapat piringan hitam album perdana Elvis Presley di toko vinyl dekat kampus. Tadi itu saya sedang bekerja di library kampus ketika ada kejadian konyol, listrik padam tanpa sebab. Mungkin ada yang rusak, yang jelas ada pengumuman bahwa akan butuh waktu satu jam untuk memperbaikinya. Karena pas jam makan siang, saya memutuskan keluar mencari makan. Karena tidak bisa memutuskan akan makan dimana – apakah McDonald’s, Subway atau Burger King – kaki saya justru melangkah menuju toko vinyl dekat kampus.

Batal makan siang (tahan lapar sedikit lah, makan di rumah aja..he..he), saya malah menyambar album Elvis itu yang covernya serupa tapi tak sama dengan cover album London Calling karya grup punk legendaris asal Inggris, the Clash. Karena sedang membaca buku soal studi komparasi tadi, rasanya menarik untuk sedikit membandingkan dua album ini karena cover yang mirip itu.

Read more »

Billy Joel sang Piano Man

Posted in RS500, billy joel, grammy awards, rock, rock & roll hall of fame on July 23, 2008 by philipsvermonte

The Stranger, album kelima Billy Joel yang dianggap sebagai albumnya yang paling sukses, diluncurkan ulang dalam bentuk deluxe edition. Rilis ulang ini dimaksudkan sebagai perayaan 30 tahun beredarnya album itu, yang untuk pertama kalinya diluncurkan pada tahun 1977.

Saya mendengar Billy Joel pertama kali saat duduk di bangku SMP di pertengahan 1980-an. Ketika itu seorang teman menyodorkan sebuah kaset kompilasi dengan lagu “Uptown Girl” di dalamnya. Aslinya, lagu “Uptown Girl” ada dalam album Billy Joel yang berjudul An Innocent Man (1983). “Uptown Girl” kemudian sering dinyanyikan ulang oleh banyak boyband diakhir tahun 1990-an. Beberapa orang menyebut bahwa musik Billy Joel banyak dipengaruhi antara lain oleh Paul McCartney.

Read more »