
Dalam tradisi akademik di Barat, ada ungkapan terkenal ‘standing on the shoulder of giants’. Metafora ini berasal dari bahasa Latin nanos gigantum humeris insidentes yang bermakna “one who develops future intellectual pursuits by understanding the research and works created by notable thinkers of the past”. Bahwa karya akademik selalu terinspirasi dan dibangun diatas karya-karya akademik sebelumnya. Dalam ilmu politik, salah satu giant itu adalah Professor Samuel Huntington, yang meninggal dunia pada tanggal 27 Desember lalu dalam usia 81 tahun.
Karya-karya Huntington, menurut saya, ditulis dengan amat baik dan argumen yang terang. Dalam studi perbandingan politik (comparative politics), sebuah sub-disiplin dari ilmu politik, karya-karya Huntington adalah dasar bagi studi-studi lanjutan, dimana ilmuwan politik yang belakangan membangun karya-karyanya diatas buah pemikiran Huntington.





