10 Piringan Hitam Itu

Posted in jazz, misc, rock on November 27, 2008 by philipsvermonte

Oleh Rizal Shiddiq

Beberapa hari lalu,  Philips telpon menanyakan soal hutang tulisan saya di blog sontoloyo ini tentang daftar album yang paling sering saya putar belakangan. Sebenarnya agak susah mendefinisikan “sering diputar” sebab baru-baru ini saya memilih vinyl untuk diputar tanpa pikir panjang, keburu habis energi di otak untuk hal-hal lain yang lebih penting yang seringkali terlewat –misalnya kapan saatnya mesti membuang sampah atau memasukkan pelembut pakaian ke dalam mesin cuci –. Tapi OK lah, tanpa basa-basi lagi, ini daftarnya:

1. Bill Evans, The Village Vanguard Sessions (Milestone, 1961). Ada dua lagu yang paling saya sukai. Pertama, Alice in Wonderland. Lagu standar yang paling bagus dibawakan Bill Evans ini selalu menjadi favorit saya dan Sisil karena mempunyai efek menenangkan yang amat tinggi. Yang kedua, barangkali juga sudah dikenal para penggemar jazz: “Waltz for Debbie” (klik di sini). Klub Village Vanguard di New York adalah tempat tujuan wisata yang ingin kami datangi suatu saat nanti.

Read more »

5 Album Piringan Hitam Yang Paling Sering Diputar

Posted in RS500, indie, rock on November 22, 2008 by philipsvermonte

Oleh M. Taufiqurrahman

Saya khawatir kalau saya harus membuat daftar 10 LP yang paling sering saya dengarkan, saya akan segera kehabisan musik (dalam bentuk piringan hitam) untuk diulas dan akan segera kehilangan pekerjaan yang menyenangkan tersebut (mendengarkan musik, bukan menulis ulasannya). Oleh karena itu saya hanya akan membuat daftar lima album yang paling sering saya dengarkan, selama 2 minggu, 2 bulan atau mungkin 2 tahun terakhir. Daftar yang lain segera menyusul.

Read more »

10 Album Piringan Hitam Yang Terbanyak Saya Putar Dalam Dua Minggu Terakhir

Posted in indie, misc, punk, rock on November 16, 2008 by philipsvermonte

Kesibukan kampus membuat saya lupa menulis review album-album piringan hitam yang saya koleksi. Yang jelas, mendengarkan musik adalah rutinitas setiap hari yang tidak terlupakan. Sambil membaca atau menulis, musik sebagai background jelas tidak pernah ketinggalan.

Beberapa waktu ke depan, kami (utamanya saya, Rizal dan Taufiq) akan mencoba membuat tulisan super ringan, tentang 10 album piringan hitam dari koleksi kami masing-masing yang paling sering kami putar beberapa waktu belakangan. Maklum, akhir semester semakin mendekat, tugas-tugas kuliah dan ujian menghampiri.

Read more »

Trout Mask Replica: Siaran Radio Rusak dari Antah Berantah

Posted in RS500 on November 15, 2008 by philipsvermonte

Oleh M. Taufiqurrahman

troutmaskcover Saya pernah punya pekerjaan yang menurut saya paling tidak penting di antara pekerjaan yang ada, menjadi kritikus musik di sebuah koran di Jakarta. Pekerjaan ini tidak penting karena apapun yang anda katakan sebagai kritikus musik tentang betapa bermutu dan indahnya musik the Shins, atau betapa politisnya musik Dead Kennedys orang tetap akan lebih banyak membeli rekaman musik Britney Spears, My Chemical Romance atau Keane. Bahkan ketika anda menulis dengan banyak menyebut nama-nama besar seperti the Velvet Underground, Joy Division atau Frank Zappa (yang mungkin anda maksudkan sebagai upaya untuk menambah kredibilitas dan menunjukkan betapa luasnya wawasan anda sebagai kritikus musik) orang akan menuduh anda sebagai music snob yang sombong dan sok hebat dan secara sengaja mencela band semacam Coldplay atau Snow Patrol hanya untuk meninggikan selera pribadi. Atau menggunakan kata yang sempat populer di musim kampanye presiden Amerika Serikat beberapa bulan yang lalu, anda akan dituduh sebagai elitis.

Read more »

25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa

Posted in indonesia, misc on November 8, 2008 by philipsvermonte

rs-indonesiaMajalah Rolling Stone Indonesia dalam edisi terakhirnya membuat list 25 musisi Indonesia terbesar sepanjang masa.

Ini link nya:http://www.rollingstone.co.id/?m=rs&s=news&a=view&id=19

Comments?

Cetak Biru Pink Floyd: Piper At the Gates of Dawn

Posted in RS500, progressive rock, psychedelic on October 18, 2008 by philipsvermonte

Oleh M. Taufiqurrahman

Kira kira di pertengahan film 24 Hour Party People, tokoh Tony Wilson—karakter nyata yang didasarkan pada kisah hidup produser, promotor dan pemilik klub Hacienda yang mempopulerkan kelompok Joy Division dan kemudian New Order dan segerombolan grup punk Inggris—merobek sebuah poster album Pink Floyd Dark Side of the Moon sewaktu Wilson menemukannya tertempel di dinding ruangan yang hendak dia beli dan dirubah menjadi the Hacienda. Menurut penafsiran saya tindakan Wilson itu—yang dimainkan dengan penuh kejenakaan oleh Steven Coogan—adalah perwujudan dari kemuakan generasi punk terhadap Pink Floyd, khususnya lagi album Dark Side of the Moon.

Bagi Wilson dan para punkers Dark Side, dengan kecenderungan berpanjang-panjang, orkestrasi, dan bunyi-bunyian aneh tanpa bentuk semacam musik pengantar tidur (atau pengantar mabuk) adalah kemapanan yang berbahaya dan harus di tolak. Selain juga karena Dark Side adalah album yang sangat laku. Di Inggris satu dari empat keluarga diperkirakan memiliki Dark Side, sedangkan di Amerika Serikat satu dari 14 laki laki dewasa diperkirakan memiliki kopi album ini. Masih di Amerika Serikat album ini masih laku di atas 90,000 kopi setiap minggu.

Read more »

Mengagumi Van Halen

Posted in RS500, rock, rock & roll hall of fame on October 12, 2008 by philipsvermonte

Boleh dibilang saya tumbuh bersama grup rock Van Halen. Ketika mulai mendapat uang saku mingguan saat duduk di bangku SMP, album baru Van Halen selalu setia saya beli. Yang pertama saya miliki adalah album berjudul 1984 (atau MCMLXXXIV). Album yang dirilis pada tahun sesuai dengan judulnya ini saya beli ketika saya duduk di kelas satu SMP di tahun 1985. Album inilah yang membuat saya jatuh cinta pada Van Halen. Penyuka musik rock mana yang tidak kenal lagu “Jump” (klik di sini untuk melihat klip nya),  “Panama” (klik di sini), “I’ll Wait”, dan “Hot for Teacher”? Semua lagu ini ada dalam album 1984. “Jump” bahkan begitu legendarisnya, hingga sekarang menjadi lagu rock klasik. Begitu juga dengan aksi lompatan di panggung oleh vokalis David Lee Roth dan gitaris Eddie Van Halen ketika mereka membawakan lagu ini, image-nya begitu tertanam dalam benak mereka penyuka musik rock yang besar di era tahun 1980-an.

Album 5150 keluar ketika saya duduk di kelas dua SMP di tahun 1986 Tentu saya tidak melewatkannya, tetapi lupa beli dimana. Entah di Aldiron Plaza di Blok M, Pasar Mayestik dekat sekolah, atau Aquarius Mahakam. Maklum, masa-masa itu harga kaset murah meriah, bajakan semua. Toko kaset bertebaran dimana-mana. Lagu-lagu album ini semacam “5150” (klik di sini untuk melihat klip-nya), “Why Can’t This Be Love”, “Love Walks In” di hari-hari itu tidak pernah ketinggalan saya putar pagi, siang, sore, malam.

Read more »

Berdamai dengan Jethro Tull (Akhirnya)

Posted in RS500, progressive rock on October 10, 2008 by philipsvermonte

Oleh M. Taufiqurrahman

Mungkin karena saya takut bahwa kredibiltas saya sebagai pemerhati musik indie dan punk (yang saya ciptakan dan hanya saya sendiri yang percaya dan peduli) akan jatuh, sampai beberapa hari yang lalu saya memilih untuk tidak peduli dan sengaja menghindar dari sebuah kelompok musik dari Inggris Jethro Tull. Bagi saya Jethro Tull sinonim dengan hal hal buruk yang berlebihan di musik rock.

Saya masih ingat ketika band indie (dulu favorit saya) the Decemberist mengeluarkan album baru mereka The Crane Wife, seorang kritikus di Pitchfork menulis dengan nada mengejek bahwa kecenderungan the Decemberist untuk berpanjang-panjang tanpa tujuan mengingatkan dia akan Jethro Tull. Walaupun secara keseluruhan the Crane Wife dapat ulasan bagus, sejak saat itu saya agak malas untuk peduli dengan the Decemberist—selain karena sejak saat itu banyak muncul band bagus selain mereka, seperti Fleet Foxes, Band of Horses dan Explosions in the Sky.

Read more »

Selamat Idul Fitri 1429 H

Posted in Uncategorized on October 2, 2008 by philipsvermonte

Lima penulis blog sontoloyo ini mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429, Mohon Maaf Lahir dan Batin”.

salam damai dan rock on!

philips vermonte, m. taufiqurrahman, rizal shiddiq, ari perdana, mochammad pasha

(photo by: sinta febrina)

Lagu Cinta dan Kebencian Leonard Cohen

Posted in rock, rock & roll hall of fame on September 27, 2008 by philipsvermonte

Oleh M. Taufiqurrahman

Kadang kita mendengarkan musik bukan karena keindahan aransemen lagu atau vokal sang penyanyi yang mendayu-dayu merdu. Kalau mendengarkan musik hanya karena kedua alasan itu, pilihan itu saya serahkan kepada mereka yang suka dengan Celine Dion atau Kenny G. Dan kalau musik hanya tentang vokal yang merdu dan musik yang enak didengar, tentu saja artis semacam Captain Beefheart, Tom Waits, atau Bob Dylan sudah punah dari awal. Kita (atau saya terutama) memilih untuk mendengarkan ketiga penyanyi tersebut bukan karena keindahan musik mereka—walaupun memang ada beberapa musik Waits dan Dylan yang indah seperti “I Want You” atau beberapa lagu dari Swordfishtrombone, Captain Beefheart sih tidak punya lagu yang indah namun tetap setia saya putar—namun karena kekuatan kata-kata yang kemudian disertai tindakan yang setara.

Bagi saya ketiga orang ini—mengutip Rendra di Kantata Takwa—adalah pejuang yang melaksanakan kata-kata serta bernyanyi untuk memberi kesaksian. Dan untuk alasan yang sama pula kemudian kalau saya menjatuhkan pilihan kepada Leonard Cohen, sang troubador dari Canada.

Read more »